Rabu, 19 Juni 2013

Harga Minyak Mentah Terpukul; Spekulasi Pengurangan Stimulus dan Presiden Baru Iran


Pada perdagangan di bursa komoditas Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (18/06). 

Penurunan harga komoditas ini terjadi di tengah spekulasi bahwa The Fed akan mulai merancang pengurangan program stimulus moneter setelah indeks aktivitas manufaktur di kawasan New York mengalami kenaikan yang menunjukkan kondisi yang paling optimis sejak bulan Maret lalu. Diskon harga WTI terhadap Brent menyusut ke level paling kecil sejak tahun 2011.

Harga minyak mentah mengalami penurunan menjelang pertemuan The Fed yang akan dimulai malam nanti. Bank sentral telah meningkatkan neracanya dengan pembelian obligasi dan sekuritas pemerintah sebesar 85 miliar dollar per bulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di AS.

Tadi malam indeks ekonomi umum di New York dan sekitarnya mengalami kenaikan menjadi 7.8 poin, tertinggi sejak bulan Maret lalu. Harga minyak Brent melemah lebih tajam dari penurunan WTI setelah pemilihan presiden di Iran membuka kemungkinan pembicaraan damai dengan barat.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak Juli mengalami penurunan sebesar 8 sen dan ditutup pada posisi 97.77 dollar per barel. Sementara harga minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus mengalami penurunan sebesar 46 sen dan ditutup pada posisi 105.47 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Harga minyak masih dipengaruhi oleh kemungkinan dikurangi atau dihentikannya program pemberian stimulus moneter di AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar