Senin, 22 Juli 2013

Harga Tembaga Beranjak Naik Seiring Melemahnya Dolar

 Positifnya Data Ekonomi AS Dorong Penguatan Tembaga Harga komoditi tembaga berjangka minggu lalu terpantau mengalami kenaikan. Naiknya indeks manufaktur Amerika Serikat untuk bulan Juni dan turunnya data klaim pengangguran AS untuk pekan lalu cukup memberikan dorongan bagi harga komoditi bahan baku industri tersebut. Positifnya kedua data tersebut membawa ekspektasi bahwa ekonomi AS saat ini telah berupaya menuju kearah yang membaik.

Sentimen positif lainnya datang bursa saham AS yang mengalami kenaikan semalam yang didorong oleh hasil survey dari Standard & Poor’s yang menyebutkan bahwa 73% emiten diprediksi akan mengalami kenaikan profit diluar prediksi sebelumnya. Hal tersebut membawa keuntungan bagi pasar yang optimis terhadap performa laporan keuangan mayoritas emiten.

Sementara itu pada perdagangan di sesi Asia hari ini harga tembaga tampak menguat untuk tiga hari berturut-turut (22/07). Rally harga logam industri ini terjadi setelah dollar AS melemah terhadap rival-rival utamanya. Sementara itu adanya kebijakan untuk reformasi sektor keuangan di China juga ditanggapi positif oleh para pelaku pasar.

Saat ini dollar yang memang sedang mengalami penurunan terhadap rival-rival utamanya. Penurunan mata uang Amerika Serikat ini didorong oleh spekulasi bahwa Fed tidak akan mengurangi program stimulus moneter dalam waktu dekat.

Minggu lalu Gubernur Fed Ben Bernanke menyatakan bahwa saat ini masih “terlalu dini” untuk memutuskan waktu yang tepat untuk menarik program stimulus. Kemungkinan masih akan diteruskannya program stimulus moneter di AS memberikan dorongan melemah kepada mata uang dollar.

Hari ini harga tembaga berjangka untuk kontrak pengiriman tiga bulan ke depan di LME mengalami peningkatan sebesar 1 persen dan berada pada posisi 6985 dollar per metric ton. Harga tembaga kontrak November di bursa komoditas berjangka Shanghai mengalami kenaikan sebesar 1.2 persen dan diperdagangkan pada posisi 50130 yuan (8169 dollar) per ton.

Sementara itu untuk kontrak Comex, harga tembaga berjangka untuk pengiriman bulan September mengalami peningkatan sebesar 0.6 persen dan ditransaksikan pada posisi 3.1575 dollar per pon.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini harga tembaga LME akan cenderung bergerak menguat karena indikator menunjukkan pergerakan naik yang cukup solid. Melemahnya dollar juga memperkuat momentum kenaikan harga komoditas ini. Untuk hari ini diperkirakan harga tembaga akan mengalami pergerakan pada kisaran 6900 – 7050 dollar per metric ton.

Rabu, 10 Juli 2013

Akibat Kekhawatiran Ekonomi China, Harga Tembaga Tergerus 2 Hari Berturut-turut

Harga Tembaga Menguat di Bursa Komoditi ChinaPergerakan harga tembaga di pasar komoditi China kemarin dilaporkan mengalami kenaikan. Naiknya harga tembaga hari ini ditopang oleh imbas dari kenaikan bursa saham dikawasan Asia dan juga naiknya bursa saham Amerika Serikat semalam yang membawa sebuah ekspektasi yang positif mengenai laporan keuangan emiten selama kuartal kedua tahun ini.

Sentimen positif tersebut berhasil mengalahkan sentimen negatif yang datang dari laporan inflasi China untuk bulan Juni lalu yang dikabarkan mengalami kenaikan 0,6% menjadi 2,7% (y/y). Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh imbas kenaikan harga minyak mentah global selama bulan Juni.

Dan pada perdagangan elektronik LME hari ini harga tembaga berjangka tampak mengalami penurunan yang cukup signifikan (10/07). Harga komoditas logam ini terpukul melemah untuk dua hari berturut-turut setelah rilis data dari China kembali menunjukkan ekonomi yang sedang bermasalah. Pasar ketakutan bahwa melambatnya ekonomi China akan mengakibatkan turunnya permintaan terhadap komoditas.

Pengetatan likuiditas di China telah menimbulkan kepanikan psikologis di pasar. Para investor saat ini sedang mengamati kondisi ekonomi China yang kurang mumpuni. Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor dan impor dari negara ini mengalami penurunan di bulan Juni. Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di China memang masih lesu.

Harga tembaga berjangka untuk kontrak pengiriman tiga bulan ke depan di LME mengalami penurunan sebesar 0.4 persen hari ini. Harga tembaga LME tersebut diperdagangkan pada posisi 6704.75 dollar per metric ton. Harga tembaga ini sempat anjlok ke level 6671.75 dollar kemarin, terendah sejak tanggal 28 Juni lalu.

Harga tembaga berjangka untuk kontrak November di Shanghai Futures Exchange mengalami penurunan sebesar 1.5 persen dan diperdagangkan pada posisi 48200 yuan per ton. Harga tembaga Comex mengalami penurunan sebesar 0.8 persen dan berada di level 3.0405 dollar per pon.

Harga logam industri lain juga ikutan mengalami penurunan. Harga seng berjangka mengalami penurunan sebesar 0.5 persen dan ditransaksikan pada posisi 1859 dollar per ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga tembaga berjangka LME pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Harga tembaga berjangka ini diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 6650 - 6800.

Selasa, 09 Juli 2013

Harga Komoditas Karet Berjangka Rebound dari Level 1 Minggu Terendah

Harga Komoditas Karet Berjangka Rebound dari Level 1 Minggu TerendahHarga karet berjangka untuk perdagangan kemarin dilaporkan mengalami kenaikan. Seperti sebelumnya, faktor dari pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar menjadi faktor utama bagi penguatan karet. Yen hari ini diperdagangkan pada posisi 101,53 per dollar yang merupakan level terendah sejak 30 Mei. Dalam sepekan terakhir, nilai tukar yen terus mengalami penurunan terhadap dollar.

Disisi lain, penguatan dollar disokong oleh adanya sebuah sentimen positif mengenai data tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan Juni lalu dimana data penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan 195 ribu orang di sektor swasta. Hal tersebut akan masih berpeluang terjadi di bulan ini jika data klaim pengangguran setiap pekannya terus mengalami penurunan.

Pada perdagangan di pasar komoditi Tokyo hari ini harga karet berjangka tampak bergerak rebound (09/07). Harga komoditas bahan baku ban kendaraan bermotor ini menguat setelah sempat anjlok tajam hingga mencapai posisi paling rendah dalam satu pekan belakangan pada perdagangan kemarin. Rebound yen hari ini disebabkan oleh kondisi yen Jepang yang masih dinilai lesu, bertahan di kisaran 101 per dollar AS.

Kenaikan harga karet berjangka sempat terhenti, dan bahkan harga komoditas ini sempat anjlok tajam pada perdagangan kemarin setelah adanya kabar bahwa pemerintah dan bank sentral China akan memperketat penyaluran kredit. Akan tetapi untuk hari ini sentiment positif kembali terbit di pasar komoditas ini bersamaan dengan kondisi yen Jepang yang masih cenderung melemah.

Harga karet berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami peningkatan sebesar 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 241 yen per kilogram hari ini atau 2383 dollar per metric ton. Harga karet berjangka pada perdagangan kemarin mengalami penurunan hingga ke posisi 237 yen per kilogram yang merupakan harga yang paling rendah sejak tanggal 1 Juli lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung melemah terbatas. Harga karet berjangka diprediksi akan bergerak pada kisaran 235 – 250 yen per kilogram.