Disisi lain, penguatan dollar disokong oleh adanya sebuah sentimen positif mengenai data tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan Juni lalu dimana data penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan 195 ribu orang di sektor swasta. Hal tersebut akan masih berpeluang terjadi di bulan ini jika data klaim pengangguran setiap pekannya terus mengalami penurunan.
Pada perdagangan di pasar komoditi Tokyo hari ini harga karet berjangka tampak bergerak rebound (09/07). Harga komoditas bahan baku ban kendaraan bermotor ini menguat setelah sempat anjlok tajam hingga mencapai posisi paling rendah dalam satu pekan belakangan pada perdagangan kemarin. Rebound yen hari ini disebabkan oleh kondisi yen Jepang yang masih dinilai lesu, bertahan di kisaran 101 per dollar AS.
Kenaikan harga karet berjangka sempat terhenti, dan bahkan harga komoditas ini sempat anjlok tajam pada perdagangan kemarin setelah adanya kabar bahwa pemerintah dan bank sentral China akan memperketat penyaluran kredit. Akan tetapi untuk hari ini sentiment positif kembali terbit di pasar komoditas ini bersamaan dengan kondisi yen Jepang yang masih cenderung melemah.
Harga karet berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami peningkatan sebesar 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 241 yen per kilogram hari ini atau 2383 dollar per metric ton. Harga karet berjangka pada perdagangan kemarin mengalami penurunan hingga ke posisi 237 yen per kilogram yang merupakan harga yang paling rendah sejak tanggal 1 Juli lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung melemah terbatas. Harga karet berjangka diprediksi akan bergerak pada kisaran 235 – 250 yen per kilogram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar